Selasa, 27 Agustus 2013

Nyamannya Kota Tua Setelah Dibenahi Jokowi

Dulu, Kota Tua Jakarta terlihat kurang terawat dan kotor. Tapi kini, Gubernur Jakarta, Jokowi telah membenahi dan membuat Kota Tua lebih nyaman untuk dikunjungi. Kota Tua sudah jarang sampah dan bebas dari pedagang kaki lima.

Pelataran Museum Fatahillah kini terlihat lengang dan bersih dari sampah. Hal ini terlihat saat detikTravel berkunjung ke sana pada Selasa (27/8/2013) (Randy/detikTravel)

Tak ada secuil sampah saat wisaatwan berjalan-jalan di sekitar pelataran Museum Fatahillah. Hanya daun-daun kering yang berguguran saja (Randy/detikTravel)

Deretan sepeda onthel menghiasi komplek Kota Tua Jakarta. Warnanya pun beragam, dari merah sampai hijau. Untuk sekali sewa, biayanya hanya Rp 20 ribu. Dijamin asyik keliling naik sepeda onthel di Kota Tua tanpa risih oleh sampah(Randy/detikTravel)

Suasana didepan Cafe Batavia juga terlihat bersih. Di sekitarnya ada tempat sampah berwarna oranye dan biru untuk sampah organik dan non organik (Randy/detikTravel)

Bahkan, di depan pusat oleh-oleh atau UPK KOta Tua Jakarta tidak ada sampah yang bertebaran. Wisatawan jadi tambah nyaman untuk belanja (Randy/detikTravel)

Salah satu akses masuk museum Fatahillah dari Museum Bank Mandiri sudah bebas dari kawanan pedagang kaki lima. Sudah tidak terlihat pedagang kaki lima yang biasa menjajakan makanan dan minuman di sana (Randy/detikTravel)

Kedai Seni Djakarte, salah satu tempat asyik untuk bersantai di Kota Tua Jakarta. Anda bisa duduk-duduk di bawah tenda meja makan sambil memotret gedung-gedung tua bersejarah di Kota Tua (Randy/detikTravel)

Deretan Meriam berjejer rapi didepan pekarangan Museum Fatahillah. Di dekat meriam tersebut juga ada banyak tempat sampah. Hal ini memudahkan wisatawan untuk membuang sampah (Randy/detikTravel)

Salah satu sudut Kota Tua, tepatnya di depan Museum Keramik lima, dilengkapi dengan kanopi. Meski hanya tempat parkir, namun di sana juga tak ada sampah lho! (Randy/detikTravel)

Ada banyak tempat sampah yang disediakan di kawasan Kota Tua. Oleh sebab itu, kini wisatawan tak ada alasan lagi untuk membuang sampah sembarangan (Randy/detikTravel)        

1 komentar:

  1. waah ,tadinya saya kapok datng ke kota tua lantaran halamannya seperti pasar tumpah,saya pernah memberi masukan agar kota tua seperti kota tua di eropa,nyaman,elegant,romantis.Terima kasih pak Jokowi,berkat bapak mutiara dari timur ini kini bersinar kembali.

    BalasHapus

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.