Selasa, 13 Agustus 2013

7 Rahasia Membuat Anak Anda Tumbuh Bahagia



Membahagiakan anak adalah hal yang sangat diinginkan orang tua. Tapi sebenarnya bukan melimpahi anak dengan aneka mainan atau bepergian keliling dunia semata yang bisa membuat anak bahagia. Ada hal-hal yang jauh lebih substansial untuk membuat anak bahagia.

Disadari atau tidak, mungkin Anda sebagai orang tualah yang lebih bahagia saat anak pulang membawa piala. Mungkin dia menang lomba mewarnai, menyanyi, menari, atau modelling. Tanpa disadari kadang orang tua pun terus memaksa anak untuk mengumpulkan lebih banyak piala. Beberapa anak mungkin senang mengumpulkan piala, tapi beberapa anak lainnya mungkin tidak. Sebab bukankah setiap anak itu tidak sama? Toh prestasi tidak hanya diukur dari banyaknya piala yang berjajar. Jika anak senang melakukannya, itu bukan masalah. Tapi bagaimana jika anak merasa tertekan?

Yang namanya untuk anak, orang tua memang pasti akan mempersembahkan yang terbaik. Ada banyak rencana yang dibuat untuk masa depan anak. Misalnya saja saat anak mulai masuk usia sekolah, orang tua berusaha mencari sekolah terbaik. Lalu dengan hilangnya sebagian kebebasan anak untuk bermain, apakah mereka jadi tidak bahagia? Yang terpenting adalah jangan hanya melihat sesuatu dari kacamata orang tua, tapi juga kacamata anak.

Berikut ini 7 rahasia membuat anak tumbuh bahagia yang dipaparkan praktisi psikoterapi anak, Katie Hurley, seperti dikutip dari Huffington Post, Selasa (13/8/2013):

1. Anak-anak Makan Tepat Waktu

Mungkin ini terdengar seperti tips parenting yang terlalu simpel. Tapi coba pikirkan lagi. Pada saat lapar, apa yang Anda lakukan? Mungkin Anda jadi uring-uringan dan ingin berteriak-teriak. Itulah yang juga dirasakan anak-anak saat mereka melewatkan waktunya makan. Cobalah untuk mengatur jadwal makan yang baik bagi anak-anak demi pertumbuhan badan dan otaknya. Ketika anak bersikap kalem dan puas, maka mereka sedang memiliki pengalaman berbahagia.

2. Anak-anak Tidur Teratur

Ya, kebanyakan anak tidur lebih baik daripada orang dewasa. Meski demikian jangan permisif saat anak mulai memiliki kebiasaan tidur yang buruk. Anak-anak harus belajar bagaiamana untuk tidur. Orang tua perlu mengajarkan mereka bagaimana untuk tidur cukup dan teratur. Karena kebiasaan ini bisa jadi dibawa hingga dewasa nanti.

Saat tenaganya habis, anak-anak biasanya akan rewel. Sebaliknya, ketika tidurnya cukup, maka anak-anak siap menghadapi harinya dan ini membuat mereka lebih bahagia, Karena itu buatlah tidur konsisten sebagai prioritas.

3. Bermain Tanpa Instruksi

Dunia anak adalah dunia bermain, jadi jangan batasi mereka dengan segala macam aturan saat mereka bermain. Misalnya jangan bermain ini itu karena nanti pakaian menjadi kotor. Bebaskan saja mereka bermain asal tidak membahayakan dirinya sendiri dan orang lain. Bermain itu bagus bagi jiwa anak.

4. Biarkan Anak-anak Mengekspresikan Emosinya

Anak-anak biasanya berteriak-teriak ketika marah dan menangis saat sakit atau sedih. Kerap kali mereka menghentakkan kaki atau berlari berputar-putar saat tidak yakin dengan apa yang dirasakan. Biarkan anak mengekspresikan emosinya, jangan marahi anak saat dia menangis atau kesal.

Saat 'galau' mungkin orang dewasa memilih berbagi dengan sahabatnya, namun saat anak-anak 'galau', mereka menggunakan cara yang lebih primitif. Memarahi dan atau mempermalulkan mereka karena tingkahnya tidak akan membantu. Jadi sebaiknya biarkan mereka melampiaskan dengan cara kecil mereka sendiri dan kemudian tawarkan untuk membantu.

5. Anak-anak Bisa Membuat Pilihan

Anak-anak memiliki sedikit sekali kendali atas hidup mereka. Mereka harus terus-menerus diberitahu ke mana harus pergi, apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dimakan. Karena itu jika orang tua memberikan sedikit kontrol diri sendiri kepada anak-anak, mereka akan senang. Misalnya adalah dengan membuarkan anak-anak memilih pakaian sendiri, memilih menu makanan, atau tanyakan kegiatan apa yang ingin mereka ikuti. Berilah mereka kesempatan untuk memutuskan, dan akan Anda lihat senyum cerah si buah hati.

6. Membuat Anak-anak Merasa Didengar

Dengarkan hal-hal kecil yang ingin dibagi anak-anak Anda, sebab hal itu akan membuat mereka merasa terhubung dan dekat dengan orang tuanya. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan diri dan meningkatkan kebahagiaan mereka secara keseluruhan. Dengan mendengar saat anak-anak berbicara maka Anda telah berupaya membangun hubungan yang terbuka dan jujur ​​dengan anak. Percaya atau tidak, hal itu bisa membuat anak Anda bahagia.

7. Perlihatkan Cinta Tanpa Syarat

Namanya juga anak-anak, mereka pasti gemar membuat segala sesuatu berantakan. Kerap kali Anda mengingatkan anak-anak agar tidak melompat-lompat, namun anak-anak seolah tidak mendengar. Jika kemudian mereka jatuh saat melompat, lalu menangis. Ya, masa kanak-kanak sebagian besar adalah masa coba-coba. Mereka mencoba melakukan banyak hal.

Jika anak-anak terkesan ngeyel mungkin akan membuat Anda kesal, tapi selalu perlihatkan maaf yang begitu besar untuk mereka. Perlihatkan rasa sayang, sehingga mereka merasa dicintai tanpa syarat. Mereka merasa dicintai meski telah membuat kesal orang tuanya.

Nah, ketika anak-anak tahu bahwa orang tuanya mencintai dan mendukung mereka apapun yang terjadi, maka mereka cenderung untuk mengambil risiko yang menyehatkan. Maksudnya, mereka akan percaya diri dan merasa aman dengan keputusannya melakukan sesuatu. Mereka akan belajar bahwa kadang orang-orang melakukan kesalahan, namun selalu ada kesempatan untuk memperbaiki kesalahan.

Saat anak-anak tahu orang tuanya akan selalu ada untuknya dalam kondisi apapun, maka mereka akan bahagia.


Sumber: Detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.