Kamis, 25 April 2013

8 Peluang Bisnis Paling Konyol dari Pengusaha Asia


Bisnis yang akan dibahas ini sedikit aneh dan konyol, tapi tetap sebuah bisnis yang masuk akal dan meraup untung. Berikut ini adalah ide dan peluang bisnis yang muncul dari para pengusaha di Asia.
Meski aneh dan konyol, tapi bisnis nyeleneh ini punya pelanggan tersendiri. Setelah melakukan penelusuran, ada delapan bisnis yang tak pernah terpikirkan oleh orang lain sebelumnya. 
Seperti dikutip dari CNBC, Kamis (25/4/2013), berikut ini delapan bisnis yang aneh dan konyol tersebut.



Restoran Toilet Modern


Bayangkan Anda memakan eskrim berbentuk kotoran manusia sambil duduk di atas toilet, menjijikan bukan? Tapi hal ini tidak berlaku di Taiwan. Bisnis restoran bertema toilet ini sedang booming.
Restoran Toilet Modern ini didirikan pada 2004 oleh mantan bankir Wang Zi-Wei setelah ia melihat kesuksesan wadah eskrim berbentuk toilet. Sejak saat itu, ia berhasil membuka hingga 12 restoran yang tersebar di Taiwan, dan satu di Honga Kong.
Semua peralatan makan di tempat ini berbentuk nyeleneh, mulai dari meja bak mandi ditutup kaca dengan kursi yang berbentuk toilet sampai gelas berbentuk tempat buang air kecil dan makanan yang disediakan dalam piring berbentuk bak mandi kecil.
Selain bertema kamar mandi, di Taiwan juga ada restoran bertema rumah sakit dan penjara.



Udara Segar Kalengan

 

Kualitas udara segar di China sudah makin memburuk gara-gara pembangunan yang pesat. Salah satu pebisnis setempat ada yang memanfaatkan hal ini sebagai peluang bisnis.
Miliuner China Chen Guangbiao menjual sebuah produk yang cukup aneh, yaitu udara segar di dalam kaleng. Sebelumnya, Chen sudah jadi miliuner melalui bisnis daur ulang.
Udara segar tersebut ia kemas dalam sebuah kaleng sebesar minuman bersoda dan pertama kali menjualnya Januari lalu di Beijing setelah beberapa penduduknya terkena gas beracun.
Menurut Chen, ia sudah menjual 8 juta udara segar kalengan ini di harga 5 yuan (Rp 5.000) per kaleng sejak hanya dalam waktu 10 hari sejak diluncurkan.



Semangka Kotak

 

Bermain-main dengan hukum alam semesta sudah jadi favorit orang Jepang sejak lama. Sampai muncullah semangka berbentuk kotak.
Para petani di provinsi Zentsuji yang terletak di Jepang bagian selatan mulai menanam semangka di dalam kotak kaca persegi dan membiarkannya tumbuh membesar sampai mengikuti bentuk kotak tersebut.
Semangka kotak ini diklaim lebih mudah ditaruh di kulkas daripada semangka normal yang berbentuk bulat. Meski semangka ini baru ramai diberitakan 2011 lalu, para petani Jepang mengklaim sudah menanam buah berbentuk unik sejak 30 tahun silam.
Semangka normal biasa dijual Rp 300.000 di Jepang, tapi semangka kotak ternyata lebih mahal, sekitar Rp 150.000-250.000 per buah tergantung lokasi penjualan.



9gag.com

 

Bemula dari empat warga Hong Kong yang iseng membuat situs hiburan dan lucu-lucuan, sampai akhir bisa meraup jutaan dolar, itulah situs 9gag.com. Sebuah situs yang memperkenankan penggunanya mengunggah gambar dan video lucu yang bisa dikomentari oleh sesama pengguna.
Situs ini mulai diluncurkan 2008 lalu dan sampai saat ini sudah punya jutaan pengguna dibantu oleh Facebook dan Twitter. Dalam satu bulan saja bisa mencapai lima juta share di Facebook dari situs ini dan punya follower lebih dari 1,5 juta di Twitter. 
Situs ini menjadi situs humor terbesar dan tumbuh paling cepat di dunia. Humor yang ada di dalamnya menjadi budaya tersendiri bagi para penggunanya yang tercatat punya 70 juta unique visitors dan satu miliar lebih page view setiap bulan.
Juli tahun lalu, manajemen 9gag mengumumkan sudah meraup dana US$ 2,8 juta yang akan digunakan untuk ekspansi dengan menambah jumlah karyawan dan pengembangan situs.



Kopi Luwak


Salah satu kopi paling mahal di dunia, Kopi Luwak. Percaya atau tidak, biji kopinya diambil dari kotoran binatang sejenis kucing hutan beranam Luwak.
Pertama-tama, Luwak tersebut diberi makan biji kopi mentah. Biji kopi tersebut akan difermentasi oleh perut Luwak sampai akhirnya keluar lagi bersama kotorannya. 
Dari situ, kotoran luwak dipisahkan dari biji kopi yang bentuknya masih utuh tersebut untuk kemudian dibersihkan, dibakar dan dikemas untuk siap dijual.
Kopi ini ditemukan sejak tahun 1800an di pulau Jawa dan Sumatera. Bisnis ini kini mulai melebar hingga ke Vietnam dan Filipina bahkan sampai ke Peru.
Satu gelas kopi luwak dihargai mulai dari Rp 200.000 hingga Rp 650.000, bahkan di situs e-commerce Amazon.com untuk 100 gram kopi ini Anda harus membayar Rp 400.000 dan Rp 3,5 juta untuk satu kg.
Saking terkenalnya banyak pihak sekali pihak yang memalsukan Kopi Luwak ini, biasanya harganya jauh lebih murah dari yang asli.



Pocket Geiger

 

Ini adalah alat pendeteksi radiasi. Bentuknya cukup kecil, lebih kecil dari korek api gas untuk menyalakan rokok sehingga mudah dibawa ke mana-mana.
Hanya saja, alat ini tidak akan bekerja tanpa bantuan ponsel. Ia baru bisa mendeteksi adanya radiasi jika ditempelkan atau berdekatan dengan ponsel sebagai mitranya dalam melakukan deteksi.
Alat ini pertama kali muncul di Jepang dikembangkan oleh lembaga non profit Radiation Watch, setelah gempa dan tsunami 3 tahun lalu yang menyebabkan pembangkit listrik tenaga nuklir di Fukushima mengalami kebocoran dan mengeluarkan radiasi.



Celana Dalam Penyerap Bau


Pebisnis asal Australia menemukan sebuah celana dalam pria yang bisa menyerap bau tak sedap. Celana dalam unik ini bisa dibeli melalui online seharga Rp 250.000-350.000 dengan merek 4SKINS.
Penemunya adalah Gilbert Huynh, yang pada 2010 lalu berhasil mengawinkan teknologi nano dengan kain sehingga bisa menahan bau tak sedap keluar menembus keluar kain yang diberi nama Neutralizer tersebut.
Meski produk ini untuk pria, Huynh mengaku produknya justru laris dibeli para wanita. Biasanya pria sedikit malu mengakui bagian tubuh pribadinya dianggap bau, maka dari itu para wanitalah yang membeli dan diberikan kepada pacar atau suaminya.



Abu Jenazah Jadi Perhiasan


Tidak ingin ditinggalkan oleh kerabat terdekat menjadi hal yang sangat penting di Korea Selatan, bahkan jika kerabat itu sudah meninggal. Di negeri K-Pop tersebut, sekarang ini sedang marak menyulap abu jenazah menjadi sebuah batu perhiasan, seperti pertama atau berlian.
Inovasi ini muncul setelah adanya kampanye pembakaran mayat alias kremasi oleh pemerintah setempat tahun 2.000 silam. Saat itu, pemerintah meminta warganya mengkremasi jenazah seseorang daripada harus menguburnya. Hal ini dilakukan demi menghemat lahan. 
Buntut dari kampanye ini adalah munculnya undang-undang baru, yaitu siapapun yang meninggal selepas tahun 2000 maka makamnya harus diberikan kepada orang lain dalam jangka waktu 60 tahun mendatang.
Sejak saat itu, perusahaan yang memberikan jasa pengubahan abu jenazah menjadi perhiasan meraup omzet cukup tinggi tiap tahun. Salah satunya adalah Bonhyang, yang terletak di wilaya Icheon di sebelah selatan Ibukota Seoul.
Perusahaan ini menggunakan api dengan suhu yang sangat tinggi sehingga mengubah abu hasil kremasi jenazah mengkristal dan tinggal diasah menjadi sebuah batu hias yang cantik hanya dalam waktu 90 menit saja.
Pendiri Bonhyang, Bae Jae-yul, bukan orang pertama yang menggunakan teknologi ini di Korea Selatan. Ia menjual jasa pembuatan batu hias ini seharga Rp 9 juta. Ia mengaku sudah melayani 1.000 pelanggan dalam 10 tahun terakhir.


Sumber: Detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.