Sabtu, 23 Agustus 2014

Andai Naik Sepeda di Jakarta, Senyaman di 8 Kota Ini


Mungkin Anda berpikir dua kali kalau mau wisata naik sepeda di Jakarta. Banyak jalanan yang kurang mulus dan kendaraan bermotor sangat padat. Tapi, naik sepeda di 8 kota ini beda cerita. Nyaman, aman dan menyenangkan.

Kegiatan wisata naik sepeda lagi 'booming' bagi wisatawan dunia. Kegiatan wisata naik sepeda dianggap murah dan juga menyenangkan. Asyiknya lagi, wisatawan bisa terbebas dari kemacetan.

Situs CNN Travel, Jumat (22/8/2014) melansir 8 kota di dunia yang paling nyaman untuk bersepeda. Datanya diambil dari Copenhagnize, sebuah lembaga pemerhati gaya hidup bersepeda dari Denmark.

Berikut 8 kota di dunia yang paling nyaman untuk bersepeda bagian pertama:


 1. Utrecht, Belanda

Kota-kota di Belanda memang terkenal asyik dijelajahi naik sepeda, salah satunya adalah Utrecht. Tahukah Anda, kota kecil yang penduduknya sekitar 330 ribu ini hampir 50 % menggunakan sepeda sebagai transportasi sehari-hari.

Tak hanya itu, pemerintah setempat kini sedang dalam pembangunan 12.500 ruang parkir sepeda. Kabarnya, hal itu bakal menjadikan Utrecht sebagai kota dengan ruang parkir sepeda terbanyak di dunia.

Mark Treasure, salah satu bloger asal Inggris yang juga penggila sepeda sempat menjajal sepedanya di Utrecht. Dia menyatakan, bersepeda di Utrecht benar-benar menyenangkan.

"Di Inggris, sulit melihat anak-anak muda yang naik sepeda dengan tampak bahagia dan santai. Tapi di sini, adalah hal yang lumrah ketika meliat satu keluarga berpergian bareng naik sepeda," ujarnya.


 2. Sevilla, Spanyol

Sevilla jadi wakil dari Spanyol sebagai kota paling nyaman untuk bersepeda. Sevilla memiliki sarana transportasi berupa 2.500 sepeda yang bernama Sevici dan bisa disewa masyarakat atau turis. Hal itu sebagai cara untuk mengatasi kemacetan.

Sejak tahun 2006 hingga kini, pengguna sepeda di Kota Sevilla mencapai 7 % dari total 700 ribu penduduk. Suatu angka bagus yang didapat dalam jangka waktu 8 tahun. Sevilla pun memiliki 120 km trek sepeda dalam kota dengan 250 stasiun sepeda yang ada tiap jarak 300 meter.

Sepeda Sevici dianggap aman dan nyaman. Sepedanya bisa dinaiki oleh pria atau wanita, memiliki keranjang di bagian depan, rem yang pakem dan lampu di depan dan belakangnya. Kalau mau naik sepda Sevici siapkan kocek sebesar 2,3 Euro atau sekitar Rp 191 ribu untuk pemakaian jangka pendek.

Nantinya, 30 menit pertama naik sepeda tersebut dikenai biaya gratis. Selanjutnya, dikenai tarif 1 Euro untuk pemakaian selama 1 jam dan 2 Euro untuk pemakaian 2 jam. Bisa keliling Kota Sevilla sambil naik sepeda!


 3. Montreal, Kanada

Masyarakat di Montreal, Quebec sudah memiliki tradisi naik sepeda sejak tahun 1980-an. Tak heran, total trek sepeda di sana sudah sepanjang 400 mil atau sekitar 600 km lebih!

Sebuah survei di Montreal mengungkapkan, orang dewasa di sana setidaknya naik sepeda satu minggu sekali. Dengan adanya trek khusus sepeda, tentu itu membuat masyarakat dan turis betah berlama-lama naik sepeda keliling kota.

Meski begitu, rupanya sepeda jadi kemacetan di sana. Sekitar 2 % kemacetan di jalanan diakibatkan oleh sepeda. Tapi toh kalau macet gara-gara sepeda, tidak bakal membuat polusi udara bukan?

"Kami meminta orang-orang naik sepeda dan ternyata mereka melakukannya dengan sangat cepat, daripada kami menata kota. Ini tantangan kami," ujar komite eksekutif Montreal, Aref Salem.


 4. Copenhagen, Denmark

Hampir setengah penduduk Kota Copenhagen atau sekitar 650 ribu orang di sana menggunakan sepeda sebagai transportasi sehari-hari. Bersepeda di Copenhagen terjamin keamanan dan keselamatan.

Trek sepeda di sana punya lebar 3 meter, yang artinya bikin para pesepeda lebih nyaman menyusuri jalanan. Untuk turis, tak sulit mencari penyewaan sepeda di sana. Liburan sambil olahraga naik sepeda di Copenhagen pasti asyik!


 5. Berlin, Jerman

Siapa sangka, Kota Berlin di Jerman rupanya jadi salah satu kota di dunia yang paling nyaman untuk bersepeda. Fakta menunjukan, ada 13 % masyrakat yang naik sepeda untuk transportasi sehari-hari. Angka tersebut melonjak hampir dua kali dari 20 tahun lalu. Asal tahu saja, Kota Berlin sendiri penduduknya ada 3,5 juta orang. Bukan angka yang sedikit bukan?

Jalanan di Berlin rata-rata cukup lebar dan datar. Sehingga membuat masyarakat lebih memilih naik sepeda daripada kendaraan bermotor. Meski musim dingin tiba, hal itu tak membuat masyarakat di sana naik sepeda. Terbukti memang, Kota Berlin nyaman banget untuk wisata naik sepeda.


 6. Portland, AS

"Kegiatan naik sepeda sudah ada sejak 20 tahun lalu di Portland. Naik sepeda di sini sudah menjadi budaya," kata manajer Portland's River City Bicycles, Brian Zeck.

Portland mewakili Negeri Paman Sam sebagai kota yang paling nyaman untuk bersepeda. Ada 108 km jalur sepeda yang bisa dilalui untuk mengayuh sepeda menjelajahi sudut-sudut kotanya.

Bahkan, pemerintah setempat juga memprioritaskan kemanan para pesepeda. Trek sepeda dibuat lebar, sudah banyak tempat parkir sepeda, dan kendaraan bermotor di beberapa ruas jalan diberlakukan peraturan untuk mengurangi kecepatan demi keselamatan para pesepeda.


 7. Tokyo, Jepang

Anda tak salah baca, Tokyo masuk dalam daftar 8 kota yang paling nyaman untuk bersepeda. Padahal kalau dipikir-pikir, kota ini selalu padat dipenuhi pejalan kaki.

Fakta berbicara lain, ternyata 14 % penduduk di Tokyo dari total 13 juta penduduknya menggunakan sepeda sebagai kendaraan sehari-hari. Penduduk Tokyo lebih memilih naik sepeda untuk berpergian ke tempat-tempat yang dekat, daripada naik mobil. Satu hal yang jadi alasan mereka gemar naik sepeda adalah karena biaya parkir mobil sangat mahal di sana.

Meski begitu, ada satu PR untuk pemerintah Tokyo untuk mengatur para pesepeda di sana. Masih banyak para pesepeda di sana yang naik ke jalur trotoar atau pedestarian.


 8. Bogota, Kolombia

Bogota di Kolombia mewakili kawasan Amerika Latin sebagai kota paling nyaman untuk bersepeda. Sebanyak 5 % dari 9 juta penduduk di kota tersebut memilih berpergian naik sepeda. Hal ini disebabkan karena jalanan sudah begitu padat oleh mobil.

Apalagi sejak tahun 1998, mantan walikota Bogota, Enrique Penalosa sudah membuat 200 km jalur sepeda. Hal itu makin membuat turis nyaman untuk berpergian naik sepeda.

Hari yang tepat bagi turis untuk naik sepeda adalah tiap hari Minggu. Ketika itulah diadakan Ciclovia atau mungkin seperti Car Free Day di Jakarta, yang mana 112 km jalanan ditutup untuk kendaraan bermotor dan hanya khusus pejalan kaki dan pesepeda.


Sumber: Detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.