Kamis, 17 Januari 2013

12 Cara Kreatif & Nekat Warga Jakarta Tembus Banjir

Banjir melumpuhkan Jakarta pagi ini karena hujan lebat sejak malam. Aktivitas warga Jakarta pun terhambat. Namun warga Jakarta tak habis akal untuk menembus banjir. Warga Jakarta kreatif memakai alat-alat seadanya untuk menembus banjir dan melanjutkan aktivitasnya. Seperti apa?

1. Pakai Ban

Seorang anak kecil ini memakai ban plastik untuk mengarungi banjir di rumahnya sendiri. Foto ini diambil fotografer detikcom Agung Pambudhy pada Rabu (16/1/2013) kemarin ini di kawasan Jati Pinggir, Petamburan, Jakarta Barat. Anak kecil itu berenang di ruang tamu yang kebanjiran.

2. Perahu Ember


Seorang warga tampak menggunakan ember plastik untuk menghibur balitanya di tengah banjir bak bermain kapal-kapalan. Banjir setinggi betis orang dewasa ini memasuki rumah warga yang berubah jadi kolam renang dadakan karena meluapnya air Banjir Kanal Barat.
Foto ini diambil fotografer detikcom Agung Pambudhy pada Rabu (16/1/2013) kemarin ini di kawasan Kawasan Jati Pinggir, Petamburan, Jakarta Barat.


3. Gerobak


Gerobak menjadi salah satu alternatif menembus banjir di Jalan Abdullah Syafei, Lapangan Roos, Jakarta Selatan. Warga yang sudah berdandan rapi enggan menembus banjir menuju kantornya bisa menyewa jasa gerobak, seperti pada foto yang diambil fotografer detikcom, Rengga Sancaya, Rabu (16/1/2013) kemarin. 
Tarifnya tergantung. Tergantung jarak, tergantung negosiasi dengan tukang gerobak. Rata-rata penarik gerobak menarik jasa Rp 15 ribu per orang. Tak heran kondisi ini membuat tukang gerobak menangguk untung. Bagi-bagi rezeki di saat hujan.


4. Rakit Styrofoam


Styrofoam tebal bekas kemasan barang pun bisa dimanfaatkan untuk transportasi darurat dadakan. Pemandangan ini terlihat di Jl Abdullah Syafei kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (16/1/2013) dari tangkapan kamera fotografer detikcom, Rengga Sancaya. 
Jalanan yang tergenang air tak bisa dilewati kendaraan jenis apa pun. Sejumlah warga yang memanfaatkan jasa penyeberangan itu tampak sumringah. Warga tampak berhati-hati, tak ingin pakaian dan sepatunya basah.


5. Rakit Potongan Kayu


Evakuasi yang terbatas warga mengevakuasi diri saat banjir. Seperti warga yang menjadikan papan kayu ini sebagai rakit plus dayung dadakan, menembus ratusan rumah yang terendam banjir di Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (15/1/2013). Satu papan kayu bisa dinaiki hingga 3 orang.
Banjir di tempat ini mencapai atap rumah warga, seperti yang diambil fotografer detikcom, Ramses pada Rabu kemarin.


6. Motor Naik Feeder Busway


Gara-gara banjir setinggi dada di Terowongan Cawang, Jakarta Timur, pengendara sepeda motor ini takut menembus banjir. Dia lantas meminta tolong agar motornya diangkut ke Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) atau bus pengumpan TransJ, untuk melewati banjir ini. 
Seperti foto yang dikirimkan Ario Jiwandoko, pembaca detikcom, pada pukul 12.00 WIB.  "Banjirnya cukup tinggi sehingga hanya bus-bus besar dan juga truk yang bisa melewati daerah ini," kata Ario,  Kamis (17/1/2013). 
Ario mengatakan, akibat banjir ini banyak pengendara motor dan mobil yang memutuskan untuk memutar balik dan menghindari terowongan ini. Namun masih ada pemotor yang ngotot untuk melewati terowongan yang tertutup air tersebut.  "Banyak yang memutar balik, tapi ada pemotor yang nekat untuk melintas," katanya. 
Pemotor ini menaikkan motornya ke dalam bus APTB berwarna biru yang akan melintas di kawasan itu. Bus ini terlihat kosong. Ada beberapa orang yang menolong pemotor itu untuk menaikkan motor bebek berwarna hitam itu ke atas bus. 
"Saya nggak tahu bayarnya berapa, tapi ada beberapa petugas yang menolong menaikkan motor itu ke atas bus," katanya.


7. Egrang Kursi Plastik

Kursi plastik pun bisa berguna menyeberangi banjir. Caranya, ikatkan kaki ke atas kursi plastik itu. Banjir sebetis pun bisa dilalui dengan 'egrang' dengan kursi plastik, seperti foto yang dikirimkan pembaca detikcom, Mas Miko. Foto ini diambil di kawasan Tebet, Kamis pagi ini.

8. Mobil Pemadam Kebakaran


Banjir yang melumpuhkan Jakarta membuat transportasi busway stop beroperasi. Dishub DKI dan Pemadam Kebakaran pun mengerahkan armadanya membantu warga.
Seperti yang tertangkap kamera wartawan detikcom, Ahmad Juwari pada Kamis (17/1/2013) ini, di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), mobil Damkar mengangkut warga untuk melintasi Jalan Jenderal Sudirman yang lumpuh karena banjir.


9. Kayak


Banjir menggenangi kawasan kampus Unika Atma Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Banjir yang cukup tinggi ini membuat beberapa mahasiswa memakai perahu kayak di kampus. Dua orang mahasiswa ini berkayak sambil membawa dayung di lingkungan kampus tersebut. 
"Banjir terjadi di parkiran kampus Atma Jaya," kata Claudia, salah seorang pembaca kepada detikcom, Kamis (17/1/2013), yang mengirimkan foto tersebut.
Menurut TMC Polda Metro Jaya, banjir di sekitar Atmajaya mencapai sepinggang orang dewasa. Genangan air ini membuat aktivitas di kampus ini terganggu.


10. Jembatan Darurat Penumpang KRL


Seorang pembaca detikcom, Doddy Taufiq yang mengisahkan evakuasi penumpang KRL Serpong-Tanah Abang. Tiap penumpang yang dievakuasi harus merogoh kocek Rp 14.000.
KRL yang berangkat dari Pondok Ranji jam 7 pagi hari ini setelah tersendat-sendat akhirnya berhenti total persis menjelang jembatan fly over Stasiun Tanah Abang. Setelah menunggu sekitar 1 jam tanpa adanya kepastian dan informasi dari petugas KRL akhirnya sebagian penumpang memilih meninggalkan kereta dengan cara berjalan kaki.
Dengan sepatu dilepas, celana dilipat mereka rela menembus banjir dengan air yang keruh dan air yang terus meninggi. Sebagian penumpang yang tidak mau berbasah ria tetap setia menunggu dengan harapan banjir akan berhenti.
Setelah 2 jam tidak ada tanda-tanda air akan turun, akhirnya sisa penumpang yang tersisa mengajak warga seputaran warung/gubuk liar sepanjang rel kereta api untuk bergotong royong membuat jalan evakuasi untuk para penumpang kereta dari gerbong ke daerah yang aman.
Pada awalnya warga sekitar tidak ada yang bersedia, tetapi setelah para penumpang kereta sepakat untuk membayar Rp 10.000 setiap orang sekali seberang, maka dengan semangat tinggi akhirnya mereka bahu membahu membuat jalur evakuasi. Dan para penumpang yang sabar akhirnya dengan aman bisa meninggalkan lokasi dengan bantuan penduduk sekitar. Akhirnya saya dan para penumpang lainnya tiba dengan selamat di area yang aman.
Berikut total biaya yang rela dikeluarkan oleh para penumpang sbb :
Jembatan darurat Rp.10,000
Bantuan warga dengan cara membimbing dan memegang meja Rp 2.000
Biaya pinjam tangga dari kolong jembatan ke muka jalan Rp 2.000
Total biaya pertolongan Rp 14.000


11. Beckhoe


Beckhoe yang selama ini digunakan untuk keperluan konstruksi ternyata bisa juga digunakan untuk mengevakuasi kendaraan bermotor. Seperti foto yang dikirimkan oleh pembaca detikcom, Rendy Wijaya ini.
"Bila yang lain masih menggunakan perahu karet, lain halnya dengan beberapa warga di Tangerang yang menyelamatkan motornya dengan menggunakan alat berat," tulis Rendy melalui email kepada detikcom, Kamis (17/1/2013) ini.


12. Bus Melintang di Jalur Hijau


Sebuah bus teronggok di median Jalan Imam Bonjol. Bus tersebut hendak mengghindari banjir di jalan tersebut dengan memutar balik di median jalan sekaligus jalur hijau, seperti foto yang diambil fotograger detikcom, Ari Saputra, Kamis (17/1/2013) ini.
Namun sayang, taman jalan yang lembek membuat bus tersebut terperosok. Ada-ada saja...














Sumber: Detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.