Rabu, 21 November 2012

Hormon yang Membuat Pria Tetap Setia


Apa yang membuat pria tetap setia?

Ini pertanyaan berat. Syukurlah ilmu pengetahuan menghadirkan jawabannya. Sebuah penelitian terbaru di “Journal of Neuroscience” mengungkapkan, hormon oksitosin memainkan peran penting dalam menjaga kesetiaan pria, seperti yang dilaporkan Los Angeles Times. Bagaimana bisa?

Tim peneliti University of Bonn di Jerman mengumpulkan 57 pria heteroseksual, setengahnya lajang dan setengahnya lagi memiliki pasangan (monogami). Tim  peneliti kemudian menyemprotkan oksitosin kepada beberapa responden dan obat tiruan (oksitosin palsu) ke beberapa responden lainnya. 

Kemudian para pria tersebut didekati oleh para peneliti wanita yang cantik, yang belum pernah mereka temui sama sekali. Para responden diperintahkan untuk mengatakan kepada wanita tadi untuk berhenti berjalan saat ada jarak yang tepat secara sosial di antara mereka.

Dapat ditebak, pria lajang membiarkan wanita mendekat sejauh 50-60 cm. Ini terjadi baik pada mereka yang disemprot oksitosin atau tidak. Sayangnya, para pria yang telah berhubungan yang juga mendapatkan semprotan obat tiruan juga membiarkan wanita mendekat sejauh 50-60 cm.

Hanya para pria yang sudah memiliki pasangan dan mendapat semprotan oksitosin aslilah yang memilih jarak yang lebih jauh dengan rentang 71 sampai 76 cm dari wanita menarik tersebut.

Apa artinya?

Pertama, sedikit informasi mengenai oksitosin. Oksitosin, terkadang sering disebut dengan “hormon cinta”, adalah hormon yang membuat ikatan antara dua orang. Hormon ini memainkan peranan penting dalam aksi dan interaksi, termasuk kelahiran, orgasme, hubungan asmara awal, dan menyusui.

Penelitian tersebut mengungkapkan, pengaruh hormon sangat rumit dan samar daripada apa yang sebelumnya diyakini. Ketika para peneliti tersebut merancang penelitian itu, mereka telah memperkirakan bahwa hormon tersebut akan membuat pria lebih dekat dengan wanita, dan mereka terkejut ketika mengetahui bahwa yang terjadi adalah kebalikannya.

“Satu kemungkinan, adalah para pria lebih tertarik terhadap wanita yang tidak akrab dengannya dan hal itu memicu mereka untuk melakukan gerakan pertahanan,” kata Ronald de Saousa. 

Seorang profesor University of Toronto yang memfokuskan diri pada biologi, de Sousa menunjukkan bahwa oksitosin dikenal dapat meningkatkan rasa percaya, biasanya mengarah kepada seseorang yang berhadapan dengannya.

“Mungkin dalam kasus ini, pandangan terhadap perilaku wanita yang tidak akrab mengingatkan hubungan pria tersebut dengan pasangannya – wanita itu manis, namun kekasihku jauh lebih manis,” kata de Sousa. “Karena hal tersebut, mungkin saya ingin agar wanita tersebut mundur supaya saya bisa mendapatkan pandangan yang lebih baik.”

Paul Zak, pendiri sekaligus pimpinan Claremont Graduate University's Center for Neuroeconomics Studies, berbicara kepada Los Angeles Times mengenai penelitian tersebut. Dia menyimpulkan bahwa para wanita bisa merasa sedikit lebih lega.

“Penemuan bahwa status hubungan seseorang memiliki pengaruh layaknya oksitosin yang memberikan efek terhadap otak, menjadi bukti bahwa otak kita berkembang dari hubungan asmara jangka panjang,” kata Zak.

Semua informasi baru tersebut benar-benar menarik, namun bagaimana hal itu bisa dimanfaatkan untuk menjaga pria tetap setia?

“Saya tidak bisa mengatakan bahwa hal ini dapat digunakan,” ungkap de Sousa. “Apa yang akan Anda lakukan? Menyemprot pasangan Anda dengan oksitosin untuk berjaga-jaga jika ia bertemu dengan wanita yang lebih menarik?”

Mungkin.


Sumber: Yahoo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.